Head & Shoulders
BearishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisTiga puncak — kepala yang lebih tinggi di antara dua bahu — dengan neckline di bawah lembah-lembahnya. Setiap upaya reli makin lemah: gambaran buku teks tentang kelelahan permintaan, dan secara statistik termasuk pembalikan paling andal.
Cara trading: Short saat neckline ditembus; stop di atas bahu kanan; target = jarak kepala-ke-neckline diproyeksikan turun dari titik penembusan.
Statistik historis (backtest in-sample): 72 transaksi · win rate 40.3% · rata-rata -0.09R per transaksi
Inverse Head & Shoulders
BullishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisCerminan dasarnya: tiga lembah dengan yang terdalam di tengah, lalu penembusan neckline di atas — tekanan jual habis secara bertahap.
Cara trading: Beli saat neckline ditembus; stop di bawah bahu kanan; target = tinggi pola diproyeksikan ke atas.
Statistik historis (backtest in-sample): 54 transaksi · win rate 40.7% · rata-rata -0.17R per transaksi
Double Top
BearishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisDua puncak yang kira-kira setara dengan lembah di antaranya (huruf 'M'). Kegagalan kedua menembus high mengonfirmasi permintaan baru sudah habis.
Cara trading: Short saat lembah tengah (neckline) ditembus; stop di atas puncak kedua; target = tinggi pola dari titik penembusan.
Statistik historis (backtest in-sample): 36 transaksi · win rate 50.0% · rata-rata +0.23R per transaksi
Double Bottom
BullishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisCerminan 'W'-nya: dua low yang kira-kira setara — tes kedua bertahan dengan penjualan yang lebih lemah, menunjukkan pasokan sudah habis.
Cara trading: Beli saat puncak tengah ditembus; stop di bawah low kedua; target = tinggi pola diproyeksikan ke atas.
Statistik historis (backtest in-sample): 56 transaksi · win rate 48.2% · rata-rata +0.07R per transaksi
Triple Top
BearishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisTiga tes yang gagal terhadap langit-langit yang sama — lebih banyak informasi daripada double top, sehingga sinyalnya lebih kuat ketika neckline akhirnya jebol.
Cara trading: Rencana yang sama dengan double top: short saat neckline ditembus, stop di atas puncak-puncaknya, target proyeksi tinggi pola.
Statistik historis (backtest in-sample): 197 transaksi · win rate 42.1% · rata-rata -0.01R per transaksi
Triple Bottom
BullishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisLantai yang sama bertahan tiga kali — setiap tes dengan tekanan yang lebih lemah. Gambaran akumulasi yang sabar.
Cara trading: Beli saat neckline ditembus; stop di bawah low-low-nya; target proyeksi tinggi pola.
Statistik historis (backtest in-sample): 206 transaksi · win rate 47.1% · rata-rata +0.03R per transaksi
Rising Wedge
BearishKeandalan: sedangTerdeteksi otomatisKedua batas naik tetapi mengerucut — harga merangkak naik dengan range menyusut dan volume yang biasanya melemah. Kenaikan kehabisan bahan bakar bahkan saat masih mencetak high; biasanya pecah ke bawah, bahkan di dalam uptrend.
Cara trading: Short saat batas bawah ditembus; stop di atas wedge; target = tinggi wedge di titik asalnya.
Statistik historis (backtest in-sample): 144 transaksi · win rate 41.0% · rata-rata -0.10R per transaksi
Falling Wedge
BullishKeandalan: sedangTerdeteksi otomatisCerminannya: kedua garis turun dan mengerucut — tekanan jual kehabisan tenaga. Biasanya pecah ke atas.
Cara trading: Beli saat batas atas ditembus; stop di bawah wedge; target = tinggi wedge.
Statistik historis (backtest in-sample): 177 transaksi · win rate 47.5% · rata-rata +0.01R per transaksi
Cup & Handle
BullishKeandalan: tinggiTerdeteksi otomatisDasar berbentuk U yang mulus kembali ke high sebelumnya, lalu jeda kecil yang merayap (gagang) di tepi kanan — akumulasi bertahap dengan shakeout terakhir bagi tangan lemah sebelum breakout.
Cara trading: Beli saat high gagang ditembus; stop di bawah low gagang; target = kedalaman cangkir diproyeksikan dari tepian.
Statistik historis (backtest in-sample): 88 transaksi · win rate 52.3% · rata-rata -0.03R per transaksi
Inverse Cup & Handle
BearishKeandalan: sedangTerdeteksi otomatisKubah membulat lalu gagang kecil yang merayap naik sebelum breakdown — distribusi yang menyamar sebagai ketangguhan.
Cara trading: Short saat low gagang ditembus; stop di atas gagang; target = kedalaman kubah diproyeksikan ke bawah.
Statistik historis (backtest in-sample): 55 transaksi · win rate 56.4% · rata-rata +0.10R per transaksi
Bump-and-Run Reversal
Bullish / bearishKeandalan: sedangTerdeteksi otomatisTiga fase: tren pembuka yang rapi, akselerasi spekulatif yang menjauh dua kali lipat dari trendline (bump), lalu run — keruntuhan kembali menembus garis itu. Anatomi sebuah blow-off.
Cara trading: Masuk ketika harga menembus balik trendline pembuka; stop di luar ekstrem bump; target pertama = seluruh tinggi bump melewati garis.
Pipe Top / Bottom
Bullish / bearishKeandalan: sedangTerdeteksi otomatisDua candle berdampingan dengan sumbu sangat panjang yang terpaku pada ekstrem yang sama, menonjol dari segala sesuatu di sekitarnya — penolakan ganda dua bar yang keras, secara klasik paling kuat di chart mingguan.
Cara trading: Masuk saat sisi berlawanan dari pasangan itu ditembus; stop di luar ekstrem lonjakan bersama.
Statistik historis (backtest in-sample): 77 transaksi · win rate 41.6% · rata-rata +0.28R per transaksi
Horn Top / Bottom
Bullish / bearishKeandalan: sedangTerdeteksi otomatisSeperti pipe tetapi dengan satu bar tenang di antara kedua lonjakan. Tidak seperti double top, lonjakannya berdekatan dan tidak harus persis sama.
Cara trading: Rencana yang sama dengan pipe: penembusan sisi berlawanan, stop di luar lonjakan.
Statistik historis (backtest in-sample): 64 transaksi · win rate 53.1% · rata-rata +0.18R per transaksi